Feeds:
Tulisan
Komentar

Kaliwungu, Memperingati  Haul  KH.Zaini  bin Suri dan ziarah ke makam  dilanjutkan  berdoa  bersama warga Karang tengah  Kaliwungu Kendal , hari Minggu 16 Maret 2014.

IMG_0087IMG_0090IMG_0093IMG_0094IMG_0098IMG_0105IMG_0083IMG_0109IMG_0122IMG_0121IMG_0129IMG_0131IMG_0132IMG_0137IMG_0138IMG_0141IMG_0133IMG_0128

tetap-bersyukur-dan-selalu-berdoa1. Doa setelah sholat tahajud

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Allah tabaraka wa ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia pada waktu sepertiga malam yang terakhir, Allah berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan! Barangsiapa yang meminta kepada-Ku niscaya akan Aku beri! Barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni!’” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).
2. Doa ketika sujud

Dari abu hurairah ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” أقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأكْثِرُوا الدُّعَاءَ “  ( رواه مسلم )

“Yang lebih dekat bagi seorang hamba terhadap tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah berdoa”(Shahih Muslim:3/29)
3. Doa menjelang berbuka puasa

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tiga macam doa yang tidak mungkin tertolak: Orang yang berpuasa hingga ia berbuka, …” (H.R. At-Tirmidzi, hadits hasan).
4. Doa antara adzan & iqoma

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Doa yang tidak mungkin tertolak adalah ketika antara adzan dan iqamah” (H.R. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih)
5. Doa antara dua khutba jum’at

6. Doa dipenghujung hari juma’at (ba’da asyar)

Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Doa dikalla turun hujan
8. Doa dikalla mendengar kokok ayam (diriwayatkan ayam adalah hewan yang dapat melihat malaikat) / waktu subuh
9. Doa imam & kholifah/­pemimpin yang adil
10. doa orang tua, musafir dan terzholimi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

 Tiga doa yang Mustajab yaitu : doa orang yang dizholimi , doa musafir dan doa orang tua(Ayah/ ibu) terhadap anaknya.”(Sunan abu Daud:4/333, AtTurmudzi 7/133)

11. Doa orang tua kepada anaknya

Adapun orang yang di doakan oleh para malaikat :

1. Orang yang selalu ber sholawat
2. Orang yang berada di shaf terdepan sholat
3. Orang yang merapatkan dan meluruskan shaf sholat
4. Wanita yang hamil
5. Wanita yang merawat anaknya/balita
6. Orang yang mendoakan orang lain
7. Orang yang duduk menunggu sholat
8. Orang yang tidur dalam keadaan suci
9. Orang yang membesuk orang sakit

 

Penghalang – penghalang doa

1-      mengkomsumsi makanan, minuman dan barang haram.

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah:

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

 “ kemudian beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan ada seorang laki-laki yang mengadakan perjalanan jauh, rambutnya kusut berdebu, dia mengangkat kedua tangannya kelangit dan berdoa, “ya Rabb…Ya Rabb…, sedangkan makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram dan dia selalu mengkomsumsi yang haram, maka bagaimana doanya bisa di ijabah(kabulkan).”(Shahih Muslim :5/192)

2-      Memutuskan Silaturahmi

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ

“Senantiasa seorang hamba diijabah doanya selama dia tidak berdoa untuk suatu dosa dan memutuskan silaturrahmi.”(Shahih Muslim 13/277)

 

Biarkan hari-hari wujudkan kehendaknya
Tapi baguskan hati, ketika sang takdir jatuhkan keputusannya
Jangan panik dengan kelamnya bencana
Karena bencana dunia tidaklah akan selamanya.
Jadilah pribadi yang tegar menghadapi goncangan hidup
Dengan sifat pema’af dan tepat janji sebagai pegangan hidup.

Tidaklah akan kekal suatu kesedihan,
Begitu pula halnya dengan indahnya kebahagiaan
Tak mungkin langgeng beratnya kefakiran,
Tidak pula halnya dengan sebongkah kekayaan.

Jika hati yang qona’ah tak kau punya
Maka, apalah bedanya kau dengan pemuja dunia
Dan jika ajal bersua, Tidaklah bumi mampu melindungi
Tidak pula langit mampu mengayomi.

images

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,”Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.Oleh karena itu sudah siapkah kita mati?. Bekal apakah yang akan kita bawa mati?.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukaiperasaan saudaranya sendiri.

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :

Wahai Ali,
Jauhilah olehmu kemarahan,
karena sesungguhnya kemarahan itu dari Syaithan,
dan dia akan menguasai dirimu ketika engkau dalam keadaan marah itu.
Jauhilah olehmu dari sumpahan orang yang teraniaya,
karena sesungguhnya Allah S.W.T. akan mengabulkan sumpah itu,
sekalipun dia orang kafir, karena kekafiran itu akan tetap pada dirinya.

Wahai Ali, manfaatkanlah empat perkara, sebelum datang empat perkara, yaitu :

  1. Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau menjadi tua
  2. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum engkau jatuh sakit
  3. Manfaatkanlah masa jayamu sebelum engkau miskin
  4. Manfaatkanlah masa hidupmu sebelum engkau datang ajalmu .

Wahai Ali, ada tiga perkara termasuk budi pekerti mulia, dari dunia sampai akhirat, yaitu :

  1. Memaafkan orang yang menzholimimu
  2. Menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya
  3. Menguasai amarah terhadap orang yang berbuat kejahilan padamu .

Wahai Ali, ada tujuh perkara, barangsiapa yang memilikinya maka sesungguhnya dia telah menyempurnakan hakikat keimanannya. Dan Pintu-pintu syurga akan terbuka baginya. Tujuh perkara itu ialah :

  1. Sempurna wudlu’nya
  2. Sempurna shalatnya
  3. Meng-infaqkan zakat hartanya
  4. Pandai mengekang hawa nafsu amarahnya
  5. Pandai menjaga lidahnya
  6. Selalu memohon ampun atas dosa-dosanya
  7. Pandai memberi nasehat dan membimbing ahli keluarganya .

Wahai Ali, empat perkara yang barangsiapa memilikinya, Allah akan sediakan baginya bangunan yang khusus di Surga, yaitu :

  1. Melindungi anak yatim
  2. Menasehati orang dhaif
  3. Melindungi serta menyayangi kedua orang tua
  4. Lemah lembut kepada pembantu-pembantunya

Wahai Ali, orang yang berbuat dosa itu ada tiga tanda :

  • Suka membuat kerusakan ( suka mengacau )
  • Menyusahkan hamba-hamba Allah
  • Menjauhi petunjuk.

Wahai Ali, orang zholim itu ada tiga tanda :

  • Dia tidak memperdulikan sesuatu yang dia makan
  • Mengerasi orang yang berhutang kepadanya
  • Bertindak keras kepada orang berhutang apabila dia mendapatkannya .

Wahai Ali, orang munafik itu ada tiga tanda :

  • Jika berkata dia dusta
  • Apabila janji dia menyalahi janjinya
  • Apabila di amanatkan dia berkhianat. Dan tidak berguna kepadanya nasehat .

Wahai Ali, bagi orang mu’min ada tiga tanda :

  • Bersegera dalam taat kepada Allah
  • Menjauhkan segala yang diharamkan
  • Berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk kepadanya .

images

1.     Memangun resep teyasing Sasomo
2.     Jroning suko kudu eling Ian waspodo
3.     Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah
4.     Meper Hardaning Pancadriya
5.     Heneng – Hening – Henung
6.     Mulyo guno Panca Waktu
7.     Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang

wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono

ngiyup marang wongkang kodanan.

Arti dalam bahasa Indonesia :

  1. kita selalu membuat senang hati orang lain
  2. didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada
  3. dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan
  4. kita harus selalu menekan gelora nafsu – nafsu
  5. dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur
  6. suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu
  7. Ajarkan ilmu pada orang yang tidak tau, Berilah makan kepada orang yang lapar, Berilah baju kepada orang yang tidak punya baju, serta beri perlindungan orang yang menderita

untitled

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 399 pengikut lainnya.